Latest Post
Tampilkan postingan dengan label waralaba ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label waralaba ayam. Tampilkan semua postingan

BonChon Chicken Buka Kesempatan Waralaba di Indonesia





Jakarta - BonChon Chicken kehadirannya akan diperluas ke berbagai provinsi di Indonesia. PT. Michelindo Food International (MiFI), selaku master franchise dari BonChon Chicken lalu membuka kesempatan waralaba (franchise) untuk BonChon Chicken.

"Saat membeli franchise BonChon, saya memiliki impian untuk membuka gerai BonChon di berbagai kota besar di Indonesia. Pada dua tahun pertama, kami berkonsentrasi pada proses branding, menciptakan demand, dan membentuk business model yang menguntungkan," kata Michelle E. Surjaputra, President Director dari PT. Michelindo Food International.

Meningkatnya daya beli dan permintaan waralaba (franchise) dianggap sebuah jalan untuk memperbesar nama BonChon dan produk-produknya. Di sisi lain, hal ini juga merupakan investasi yang baik bagi para investor.

Setelah MiFI mengoperasikan 17 cabang, kini dicari calon pewaralaba. Mereka yang memiliki pengalaman dalam berbisnis, ketertarikan terhadap industri F&B (food and beverage), memiliki pemahaman terhadap pemasaran dan pengetahuan dan keterlibatan di dalam komunitas.

"MiFI mendapat banyak permintaan untuk franchise di Indonesia, khususnya untuk daerah Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, dan Medan. Sebelum kami membuka franchise, kami ingin membuat model bisnis yang efisien dan menguntungkan untuk kami dan para franchisee," ujar Michelle.

MiFI telah menerima lebih dari 200 aplikasi untuk waralaba pada beberapa bulan terakhir. Bagi calon franchisee dapat melihat informasi lebih jauh pada situs www.michelindo.com. Atau dapat langsung menghubungi Rosi di rosi@michelindo.com dan 0812-868-998-73.
Keistimewaan BonChon Chicken

BonChon yang memiliki arti “Original Village” berasal dari Busan, Korea Selatan. BonChon memberikan konsep restaurant Fast Casual yang sehat, segar, dan unik di Indonesia.
Memiliki spesialisasi pada Ayam goreng Korea dengan dua rasa yaitu Original dan Spicy. Selain itu juga terdapat menu-menu andalan lainnya seperti, Salad, Sup, Es Krim Mochi, Burgers, dan masih banyak lagi.

Inti dari rasa yang dimiliki BonChon terletak pada Central Kitchen. Semua ayam dan bahan-bahan lainnya dipersiapkan secara detail seksama. Kualitas ayam yang diberikan juga harus sesuai dengan standar yang tinggi.

Setiap ayam yang dikeluarkan harus ditimbang, dibersihkan, dan dipersiapkan dengan baik sebelum dikirim ke setiap toko yang ada. Setelah itu baru akan dimasak dengan menggunakan bahan-bahan yang telah dipersiapkan dibawah pengawasan dan standar yang ada.
Tentang MiFi

PT Michelindo Food International (MiFi) berdiri pada akhir tahun 2011, sebagai master franchise dari BonChon Chicken International. Tepat di bulan Februari 2012 cabang pertama BonChon di Indonesia dibuka, tepatnya di Mal Grand Indonesia lantai 5 Jakarta Pusat.

Kemudian setelah itu di Kota Kasablanka, Lippo Mall Kemang, Supermall Karawaci, Living World Alam Sutra, Mall of Indonesia, Emporium Mall Pluit, Lotte Shopping Avenue, Galaxy Mall Surabaya, Tunjungan Plaza Surabaya, Grand Galaxy Park Bekasi, Ciputra Mall Cibubur bahkan sampai di Beachwalk Bali.

Penulis: /MUT
Sumber:PR

 

Bebek Ayam Lele Corner,BALCON Franchise Makanan



Profile

Diantara bisnis kuliner yang sedang marak melanda pangsa pasar Indonesia di berbagai wilayah yaitu Kemitraan Bebek Ayam Lele Corner (BALcon). Jenis makanan ini adalah makanan yang  sangat digemari masyarakat dan bukan produk musiman, mungkin terdengar sangat biasa saat mendengar  jenis makanan tersebut tapi kini revolusi telah terjadi karena jenis makanan ini bisa dijadikan menu yang sedimikian rupa menjadi sebuah sajian istimewa di segala suasana, tidak musiman dan bisa dinikmati oleh semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa. Ditambah dengan sajian yang bervariasi dan selalu diupdate setiap saat menjadi alasan tambahan pelanggan untuk selalu setia mengunjungi Bebek Ayam Lele Corner (BALcon)

Bebek Ayam Lele Corner (BALcon) pertama kali muncul dengan nama Lele JAKARTA dengan adanya produk unggulan lain maka nama Lele JAKARTA mengalami metaforfosis menjadi Bebek Ayam Lele Corner (BALcon) yang singakatan dari Bebek Ayam Lele . Dibawa tenaga kerja manajemen yang kreatif dan inovatif CV DOVINDO MULTI CIPTA terus berupaya mengembangkan usaha dengan menggunakan sistem Kemitraan, maka Bebek Ayam Lele Corner (BALcon) turut hadir meramaikan bisnis kuliner Nasional

Kami mentargetkan market kami akan segera dapat menembus pasar di seluruh kota-kota besar di Indonesia melalui konsep pengembangan usaha dengan mengadopsi sistem kerja sama / Kemitraan Dengan slogan kami "Be careful !! it's very Delicious ", kenikmatan dan cita rasa khas produk kami tidak hanya dapat dinikmati oleh kalangan ekonomi menengah keatas, tetapi juga dengan harga pasar yang sangat terjangkau


Visi Bebek Ayam Lele Corner (BALcon)
  1. Menyediakan menu masasakan Bebek, Ayam, Ikan Lele berkualitas tinggi yang mengutamakan unsur kebersihan (Higienis) .
  2. Memberikan pelayanan berkualitas kepada pelanggan yang mencerminkan keamanan dan kenyamanan pelanggan
  3. Menciptakan kesejahteraan bersama bagi pemilik, karyawan maupun mitra kerja


Mengapa Bebek Ayam Lele Corner (BALcon)?
  1. Bebek Ayam Lele Corner (BALcon) memiliki menu yang bervariasi yang diolah dari bahan  Bebek, Ayam dan ikan Lele dan berkonsep modern             
  2. Usaha di bidang makanan pokok merupakan salah satu usaha yang sangat menguntungkan          dengan tren kinerja penjualan yang terus meningkat         
  3. Produk memiliki daya tarik pasar yang besar dan sepanjang waktu, bukan produk musiman.
  4. Produk  memiliki segmen pasar yang universal, baik anak-anak, remaja, orang tua, maupun        keluarga.
  5. Usaha ini juga bisa dijalankan diberbagai tempat sesuai dengan persyaratan usaha.
  6. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai gizi dan kesehatan pada makanan        membuat prospek bisnis Bebek Ayam Lele Corner    (BALcon ) akan semakin tinggi.
  7. Tidak ada franchise fee, royalti dll. Keuntungan menjadi 100 % milik mitra.
PRODUK
BALCON INDONESIA
   
Address:
Head Office :
Jl. Dayung II no 8. Gading Serpong-Tangerang.

E-mail:     info@balconindonesia.com   
Telephone:     02132020589
Mobile Phone Number:     08578 2000 774

Information:     Outlet:
> Serpong : Jl. Raya Serpong Km 7. Serpong
> Pondok Gedeh : Jl. Pondok Gedeh. Ruko Blok UG no.17
> Gading Serpong : Ruko seven seas blok DF2/23. Depan Ruko Dot kuning
> Daan Mogot : Perumahan Arcadia Blok H4 No. 20. Tangerang.
Outlet
Vila Grand Tomang 2 Blok C08-17. Kel. Periuk. Tangerang

Hotline:
> Balcon Serpong (021) 36111050
> Balcon Pondok Gedeh (021) 97436763
> Balcon Gading Serpong (021) 70537749
> Balcon Daan Mogot (021) 97436763
> Balcon Vila Grand Tomang 2 021-36708349


 

Melahap untung dari ayam racikan Pak Cipto





Melahap untung dari ayam racikan Pak Cipto
JAKARTA. Olahan ayam termasuk menu favorit masyarakat. Tak heran, banyak pelaku usaha kuliner yang memilih menu andalan ayam. Nah, olahan yang paling mudah dijumpai, yaitu ayam goreng dan ayam bakar.

Salah satu pelaku usaha yang mengusung  menu ini adalah RM Ayam Goreng dan Ayam Bakar Pak Cipto di Solo, Jawa Tengah. Rumah makan yang berdiri sejak 1992 ini menyajikan menu utama, ayam goreng dan ayam bakar. Ada juga sajian lain seperti bebek goreng, gurame goreng, steik ayam, dan pecel lele. Menu tersebut dibanderol Rp 8.000 - Rp 12.000 per porsi.

Corporate Marketing RM Ayam Goreng dan Ayam Bakar Pak Cipto, Fatkhul Hadie bilang, sudah ada empat gerai milik pusat yang tersebar di Jawa Tengah. Untuk memperluas usaha, sejak Desember ini, Pak Cipto menawarkan kemitraan. “Kami sudah punya beberapa calon mitra, rencananya mulai awal tahun depan sudah buka gerai milik mitra,” ujar Fatkhul.

 Tertarik menggeluti bisnis ini? Pak Cipto menawarkan kemitraan dengan investasi Rp 100 juta. Mitra berhak mendapatkan resep masakan, promosi dan marketing selama tiga bulan, seragam, dan pelatihan karyawan. “Mitra wajib menyiapkan peralatan masak, perlengkapan resto, dan sewa tempat sendiri,” papar Fatkhul.

Luas tempat usaha 50 meter persegi (m2) sehingga bisa menampung 17 meja atau sekitar 60 orang.

Kata Fakthul, lama kerja lima tahun dan setelah itu, jika mitra ingin melanjutkan kemitraan, tidak dikutip biaya lagi.

Janji balik modal 6 bulan

Kata Fakthul, mengacu gerai yang sudah beroperasi,  bisa membukukan omzet sekitar Rp 5 juta - Rp 10 juta per hari. Pada awal usaha, mitra bisa mengantongi omzet Rp 90 juta sebulan. Dengan laba bersih sebesar 30%, modal mitra bisa kembali dalam waktu enam bulan.

Pihak pusat memungut biaya royalti sebesar 3% dari omzet bulanan mitra. Namun, biaya itu baru dibayarkan, jika mitra sudah balik modal.

Mitra juga wajib membeli bumbu racikan dari pusat. “Kelebihan kami terdapat pada bumbu dan sambal, jadi itu yang kami suplai pada mitra supaya tidak menghilangkan cita rasa Pak Cipto,” beber Fatkhul.

Ia mengklaim, resto Pak Cipto sudah tersohor di Solo dan sekitarnya. Makanya, ia menargetkan 100 mitra pada tahun depan.

Pengamat waralaba Amir Karamoy menilai, peluang usaha di bisnis olahan ayam masih terbuka lebar. Ini lantaran, Indonesia terkenal sebagai pemakan unggas, khususnya ayam.

Namun, pemilik usaha harus memikirkan strategi supaya bisa bersaing dengan banyak kompetitor di kuliner ayam. Ada dua hal utama yang harus diperhatikan, yakni rasa dan lokasi. "Yang utama pada sebuah rumah makan adalah soal rasa. Kalau enak, ya laku," papar Amir.

Lokasi strategis juga bisa menunjang penjualan.  Selanjutnya, pemilik usaha pun harus memperhatikan pelayanan.

Editor: Dupla




 

Mencomot kemitraan usaha Ayam Monyet







Ayam bisa diolah menjadi bermacam-macam jenis masakan. Menu ayam penyet salah satunya. Makanan satu ini selain membuat perut kenyang juga bisa membuat kantong makin tebal.

Banyaknya usaha bisnis ayam penyet tak membuat Fiqih Alamsyah untuk gentar menawarkan kemitraan Ayam Monyet. "Ayam Monyet itu kependekan dari ayam monya (maunya) dipenyet," tutur Fiqih.

Berdiri sejak Oktober 2012 lalu, Ayam Monyet mengusung konsep fun dengan menggunakan tagline: kelaparan Anda harapan kami. Di setiap gerainya, Ayam Monyet memberikan pisang gratis kepada para pengunjung.

Selain menawarkan ayam, Fiqih juga menyediakan menu lain seperti iga penyet, iga bakar, sop iga, lele penyet, tempe dan tahu. Seporsi makan, harga yang dipatok bervariasi mulai dari Rp 13.000 sampai Rp 19.000.Fiqih mengklaim, rasa sambal Ayam Monyet menjadi daya tarik pelanggan untuk kembali.

Setelah setahun berdiri, mulai Desember 2013, Ayam Monyet mantap membuka tawaran kemitraan. Saat ini, jumlah gerai Ayam Monyet baru dua yang semuanya dimiliki pusat. Paket yang ditawarkan adalah paket restoran dengan biaya investasi Rp 250 juta.
Mitra akan mendapatkan kerja sama, branding, dekorasi tempat termasuk AC, perlengkapan masak, bahan baku awal untuk 2.000 porsi, dan pembukaan. Mitra tinggal menyiapkan lokasi seluas 150 m² dengan kapasitas 100 orang.

Fiqih menargetkan mitra bisa balik modal dalam waktu 1 tahun-1,5 tahun. Perhitungannya: dalam sebulan, mitra bisa meraup omzet antara Rp 90 sampai Rp 120 juta per bulan. Adapun laba bersihnya 30% dari omzet.

Sistem yang digunakan dalam kemitraan Ayam Monyet adalah bagi hasil syariah. Ada dua sistem yang ditawarkan. Pertama: 30% untuk pusat dan 70% bagi mitra. Untuk sistem bagi hasil ini, yang mengoperasikan restoran adalah mitra. Untuk menjaga mutu dan pelayanan, gerai milik mitra masih akan mendapatkan kontrol kualitas dan pelayanan dari pusat.

Sistem bagi hasil kedua adalah 50% untuk pusat dan 50% untuk mitra. Untuk sistem ini, mitra tinggal menerima hasil. Sebab, gerai akan sepenuhnya dioperasikan oleh pusat.
Kompetisi ketat

Pengamat waralaba, Erwin Halim bilang kompetisi di bisnis kuliner ketat. Pemilik bisnis harus membuktikan keunggulan dari produk yang ditawarkan. Apalagi menu ayam penyet adalah menu pasaran. "Walau konsep dibuat semenarik mungkin, menu menjadi hal utama yang harus diperhatikan," ujarnya.

Strategi bagi hasil syariah, kata Erwin masih asing di masyarakat. Namun, ini justru menjadi daya tarik bagi mitra yang menginginkan sistem sharing karena untung maupun rugi ditanggung bersama antara pemilik bisnis dengan mitra.

Ayam Monyet
Depan Kampus UPN Veteran
Jl Pangkalan Jati No 1 Pondok Labu, Jakarta Selatan Telp. 085692916468
Editor: Havid Vebri



 

Laba montok dari bisnis ayam kodok





JAKARTA. Pebisnis kuliner harus kreatif mengolah makanan supaya dilirik konsumen. Inilah yang dilakukan  Muhamad Firmansyah dengan mendirikan usaha Ayam Kodok Bandeng Bedah (AKBB) Mega Prima pada 2012 di Sidoarjo.

AKBB Mega Prima menawarkan menu andalan ayam kodok dan bandeng bedah. Ayam kodok adalah sajian ayam yang diolah dengan cara diambil daging dan tulangnya, sehingga tersisa kulit ayam yang bentuknya seperti kodok.

Lalu, bagian daging ayam dicincang dan dicampur daging sapi, kentang rebus tumbuk, sayuran, telur, dan aneka bumbu. Bahan-bahan itu lalu dimasukkan kembali ke dalam rongga kulit ayam hingga terbentuk kembali ayam yang utuh. Ayam lalu dikukus dan dipanggang.

Menurut Firmansyah, kelebihan usahanya, yaitu menjual ayam dalam bentuk potongan maupun utuh. "Biasanya kalau orang mau makan ayam kodok, harus beli satu ekor utuh dan harganya mahal. Kalau kami, bisa pilih per potong untuk makan satuan," ujarnya.

Selain itu, setiap masakan disajikan di atas hot plate sehingga makanan tetap hangat. Satu potong ayam kodok dibanderol Rp 10.000 hingga Rp 12.000, sementara bandeng bedah dijual Rp 8.500 per porsi. Selain dua menu itu, tersedia pula menu mi ayam pangsit dan aneka camilan, seperti pizza, burger, spaghetti, dan kebab.

Kini, sudah ada tiga gerai AKBB Mega Prima yang seluruhnya milik pusat dan berlokasi di Sidoarjo. Sebagai strategi ekspansi, Firmansyah menawarkan kemitraan.

Empat paket investasi

Anda tertarik? Firmansyah menawarkan empat paket kemitraan. Pertama, paket standar seharga Rp 10 juta. Kedua, paket reguler dengan investasi Rp 17 juta.
Setiap mitra akan mendapatkan booth, pilihan menu, perlengkapan masak standar, bahan baku awal, standar operasional, dan cara memasak. Beda kedua paket ini hanya dari jenis booth dan jumlah menu yang didapat mitra.

Ketiga, paket motor seharga Rp 40 juta. Kelebihan paket ini pada mobilitasnya. Terakhir, paket master area dengan investasi Rp 120 juta. Mitra paket ini dapat membawahi mitra satu provinsi, dan memperoleh 8 paket reguler.

Setiap gerai diproyeksikan bisa meraup omzet berkisar Rp 9 juta hingga Rp 50 juta sebulan, tergantung jenis paket yang dioperasikan. Jika target laba bersih sebesar 30% tercapai, mitra bisa balik modal sekitar empat bulan hingga setahun.

Firmansyah tidak mengutip royalty fee. Namun, mitra wajib membeli bahan baku dan bumbu dari pusat.

Pengamat waralaba, Pietra Sarosa menilai, tawaran kemitraan kuliner cenderung menarik, karena pasarnya terbuka lebar. “Apalagi, saat ini, bisnis kuliner yang menawarkan menu unik sedang tren,” katanya.

Meskipun sudah unggul dari segi keunikan, namun Pietra bilang, pemilik bisnis kuliner masih harus gencar promosi untuk mengenalkan menu ini pada masyarakat. "Selain itu, jangan lupakan kualitas pelayanan dan sumber daya manusia (SDM),  sehingga pembeli puas dan tertarik untuk terus datang ke gerai AKBB Mega Prima," sarannya.
Editor: Dupla

 

Menyedot peluang jasa cuci karpet kilat

Menyedot peluang jasa cuci karpet kilat





JAKARTA. Usaha laundry terus menggeliat dalam beberapa tahun terakhir. Jasa ini dibutuhkan, lantaran kebanyakan masyarakat perkotaan tidak sempat mencuci sendiri. Potensi ini yang dilirik Budiman, sehingga terjun ke bisnis jasa binatu. Namun, ia mengambil pasar yang spesifik, yaitu khusus pencucian karpet.

Usaha yang dirintis sejak awal 2013 di Bogor Timur ini diberi nama Okey Wash. Budiman mengusung konsep laundry ekspres yang rampung dalam 24 jam. Ia menggunakan alat bernama carpet spinner, sehingga proses pencucian hingga kering bisa hanya dalam lima menit. "Sebenarnya waktunya hanya lima menit, tapi saya kasih tenggat waktu 24 jam, biar tidak kewalahan hadapi konsumen," bebernya.

Budiman mengklaim, alat   carpet spinner adalah buatannya sendiri, dan telah mendapat hak paten di Hak Kekayaan Indonesia (HAKI). Jadi, tidak ada kompetitor yang memiliki alat tersebut.

Tarif laundry karpet di Okey Wash bervariasi. Untuk paket reguler yang rampung dalam tiga hari dipatok mulai Rp 20.000 hingga Rp 10.000 per meter persegi (m2). Tarif itu tergantung ukuran atau luas karpet.

Selain itu, ada paket 24 jam, dengan tarif Rp 30.000 per m2. "Kami mengusung konsep 24 jam, karena biasanya kalau cuci karpet bisa sampai seminggu. Kami ingin tawarkan layanan yang beda," sebut Budiman.

Sejak Agustus tahun ini, Budiman menawarkan kerjasama kemitraan Okey Wash. Ia sudah menggaet delapan mitra di Bogor. Jadi, kini, total ada 10 gerai Okey Wash, termasuk dua gerai milik pusat.

Jika tertarik menggeluti usaha serupa, calon mitra harus menyiapkan investasi  Rp 98 juta. Investasi ini mencakup seluruh perlengkapan, seperti carpet spinner, biaya renovasi, perlengkapan gerai,  pelatihan dan penggunaan merek selama setahun.

Menurut hitung-hitungan Budiman, Okey Wash bisa mencuci 32 lembar karpet dalam sehari. Jadi, dalam sebulan, mitra bisa mengantongi omzet berkisar Rp 35 juta hingga Rp 40 juta. Bila, target laba bersih 35% tercapai, mitra bisa kembali modal dalam tujuh bulan.

Buka tiga gerai baru

Budiman bilang, tahun pertama mitra tidak dikenakan biaya royalti. Namun, tahun berikutnya dikutip biaya royalti 5% dari omzet.

Hingga akhir tahun ini, Okey Wash segera membuka tiga gerai milik mitra yang tersebar di Bandung, Cianjur dan Jakarta. "Bahkan ada juga yang berminat menjadi mitra di Samarinda," ujarnya.

Pengamat waralaba Khoerussalim Ikhsan bilang, sah-sah saja Okey Wash mengklaim belum memiliki komptitor sejenis. Namun,  pemilik usaha ini harus mewaspadai konsep bisnis ini bisa dengan mudah ditiru kompetitor.

Ia menilai, pangsa pasar yang dibidik Okey Wash sudah tepat, karena hanya menyediakan jasa cuci karpet. Artinya, konsumen akan datang dari kalangan korporasi atau institusi, seperti hotel dan masjid.

Lagi pula, setiap rumah juga bisanya punya karpet. "Jadi, itu bisa menjadi target pasar, meski porsinya sedikit dibandingkan korporasi," papar Khoerussalim.      

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Waralaba@ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger